Berkembangnya seni musik di Bulungan tak lepas dari tangan-tangan dingin para seniman.
Kita flashback sekira 10-15 tahun terakhir. Musik di Bulungan berada dalam masa kejayaannya. Anak muda yang berbakat menampilkan keahlian bermusik mereka di panggung-panggung yang diwadahi oleh pemerintah maupun swasta.
Saya yang ketika itu masih di usia sekolah pun mendapatkan "panggung" saya sendiri. Ada banyak festival yang diadakan baik itu dari pemerintah, radio, taman pendidikan al qur'an, hingga pensi di sekolah, dan masih banyak lagi.
Menjamurnya band-band di era millenium juga layak di apresiasi. Kompilasi lagu mereka yang seliweran di radio lokal pun ramai di request penikmat musik Bulungan.
Studio band juga tidak se-lengang sekarang. Dulu tiap sore selalu ada saja yang latihan bermusik. Entah semangat apa yang mereka punya. Tidak ada iming-iming ikut festival ini itu. Mereka hanya berlatih, memperdalam skill bermain musiknya. Atau hanya sekedar bermain mengisi waktu luang.
Berbeda hal nya dengan sekarang. Saat ini industri musik di Bulungan terlihat lesu tak bergairah. Hanya beberapa pemusik yang masih tetap konsisten bermain musik dan berlatih.
Hal ini bukan tidak ada penyebabnya. Kurangnya wadah bagi para musisi untuk menampilkan karya, kemampuan, dan keahlian lah yang membuat situasi seperti sekarang ini. Adapun mereka yang konsisten bermusik, tetapi jarang mendapat panggung di kota sendiri. Mereka mendapatkan panggung mereka di kota lain. Terdengar miris memang. Ketika pemerintah sibuk mencanangkan kreatifitas anak muda membangun SDM yang berkualitas, tapi kualitas itu ditampilkan di kota lain.
Atau yang lebih menyedihkan, mereka yang berkualitas malah tidak mendapatkan kesempatan untuk menampilkannya. Istilahnya mereka bermain musik tapi hanya tetangga sekitar rumah lah yang menjadi penikmatnya😔.
Setidaknya ketika pemerintah mengadakan perhelatan besar musisi lokal dilibatkan, diajak, dirangkul untuk bisa tampil di panggung sendiri. Tidak masalah dengan penampilan yang kaku, biasa saja, atau cibiran penonton yang menganggap tak baik. Tapi ini merupakan satu lompatan awal musisi untuk saling belajar. Kalau tidak diberi panggung bagaimana mereka bisa belajar? Tidak ada musisi yang langsung hebat ketika bermain diatas panggung. Mereka memulainya melalui acara-acara kecil, dikota sendiri, mental di tempa untuk menampilkan yang terbaik.
Ada yang rindu masa-masa ketika seni musik berjaya di Bulungan ?
Ketika ada banyak pentas, baik itu di lapangan agatish, di depan pujasera, di TPA al-khairat kampung arab, masjid raya, radio RSPD, pensi di sekolah-sekolah.
Ada berbagai kegiatan baik itu lomba karaoke, grup vokal, festival band, kompilasi band.
Semua musisi menyatu dari musik modern, tradisional, metal, sampai musik islami pun mendapat perhatian dan tempat di hati masyarakat Bulungan.
Ayo anak muda Bulungan, hidupkan kembali gairah bermusik di daerah kita tercinta ini. Dan semoga pemerintah memberi perhatian yang lebih untuk musisi Bulungan agar karya-karya mereka bisa lebih didengar dan ditampilkan. 😊 semangaaaat genks !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar